Monday, 10 August 2015

Pemuda

hi pemuda pagi berparas senja
rasa mu tidak pernah hilang
walau raga mu sudah tiada senyum
sehangat mentari
dengan gerak tubuh seindah senja
tak habis aku nikmati dalam
bingkai hati yang kosong
wahai pemuda pilihan yang menawan
kasihku tidak pernah hilang walau yang
tersisa hanya bayang
tutur mu selembut embun
dengan semangat aku karang
walau detik termakan masa
hari berganti bulan dan mentari
duhai bapak pemilik mimpi ngeri ini
sampaikan salam ku padanya
katakan padanya,
rindu masih di situ walau malu
cinta masih terlantun walau pilu
doa masih beralun walau sendu.

No comments:

Post a Comment